Saat Trader Berhenti Membeli Koin dan Mulai Membeli ‘Kripto’

Dalam kondisi tertentu, ratusan aset kripto bisa bergerak seperti satu market. Riset menunjukkan bahwa efek kawanan ini paling jelas terlihat dalam jangka pendek.

Saat Trader Berhenti Membeli Koin dan Mulai Membeli ‘Kripto’

Bitcoin, Ethereum, stablecoin, token exchange, dan altcoin kecil dibangun dengan fungsi yang berbeda. Namun ketika market bergerak cepat, perbedaan itu bisa seolah menghilang. Trader tidak lagi memilih aset satu per satu. Mereka membeli atau menjual “kripto” sebagai satu kelompok.

Fenomena ini disebut herding: kondisi ketika keputusan investor semakin mengikuti arah market dan pergerakan aset menjadi lebih seragam daripada yang seharusnya.

Ketika aset yang berbeda mulai bergerak bersama

Dalam market yang normal, setiap aset seharusnya merespons informasi dengan cara berbeda. Proyek yang kuat bisa naik lebih tinggi, proyek yang lemah tertinggal, dan stablecoin hampir tidak bergerak. Semakin besar pergerakan market, perbedaan tersebut biasanya semakin terlihat.

Herding membalik pola itu. Ketika perhatian trader terkunci pada arah market, karakteristik setiap koin menjadi kurang penting. Kenaikan harga dibaca sebagai alasan untuk ikut membeli. Penurunan harga memicu penjualan karena semua orang terlihat sedang keluar.

Kawanan burung bergerak serempak dalam satu arah
Ketika arah kerumunan menjadi acuan utama, aset yang berbeda mulai bergerak seperti satu kesatuan.

Trader untuk sementara berhenti bertanya, “Koin mana yang layak dibeli?” dan mulai bertanya, “Apakah kripto sedang naik atau turun?”

Hasilnya bukan berarti semua aset menghasilkan return yang sama. Artinya, return mereka menjadi lebih dekat satu sama lain daripada yang diperkirakan dalam kondisi market biasa.

Bagaimana riset mendeteksi herding

Studi Herding in Different States and Terms: Evidence from the Cryptocurrency Market mengamati hingga 200 aset kripto dari Juli 2013 sampai Januari 2020. Peneliti membandingkan perilaku market pada data harian, mingguan, dan bulanan, serta pada kondisi market yang berbeda.

Herding tidak diamati melalui akun trader atau riwayat transaksi individu. Peneliti menggunakan ukuran bernama Cross-Sectional Absolute Deviation, atau CSAD, untuk melihat seberapa jauh return setiap koin dari return rata-rata market.

  • CSAD tinggi berarti return antar-koin tersebar dan bergerak lebih independen.
  • CSAD rendah berarti return antar-koin semakin rapat dan bergerak lebih seragam.
  • CSAD yang tidak meningkat sebagaimana mestinya ketika market bergerak besar menjadi tanda yang konsisten dengan herding.

Metode ini penting, tetapi memiliki batas. Pergerakan yang seragam bisa muncul karena trader mengikuti kerumunan, tetapi juga bisa terjadi karena semua trader merespons informasi yang sama secara rasional.

Efek kawanan bergerak cepat

Temuan utama penelitian ini muncul pada perbedaan waktu pengamatan.

  • Data harian: herding terdeteksi.
  • Data mingguan: herding tidak terdeteksi secara umum.
  • Data bulanan: herding tidak terdeteksi secara umum.

Pola tersebut menunjukkan bahwa efek kawanan terutama terjadi dalam jangka pendek. Ketika market bergerak cepat, trader bereaksi terhadap arah market secara keseluruhan. Setelah beberapa waktu, informasi khusus setiap aset mulai kembali diperhitungkan dan pergerakannya menjadi lebih berbeda.

Sederhananya, pada hari yang penuh tekanan atau euforia, trader bisa memperlakukan ratusan aset sebagai satu perdagangan yang sama. Dalam horizon yang lebih panjang, perbedaan antara Bitcoin, altcoin, stablecoin, dan token lain mulai terlihat kembali.

Herding tidak hanya lahir dari kepanikan

Pada data harian, herding terlihat ketika market sedang turun, tetapi tidak terlihat secara umum ketika market sedang naik. Ini masuk akal: saat harga jatuh, tujuan trader dapat berubah dari mencari peluang menjadi mengurangi risiko. Penjualan dilakukan secara luas dan perbedaan antar-proyek menjadi kurang penting.

Namun penelitian ini juga menemukan bahwa herding dapat muncul dalam beberapa periode ketika volatilitas market saham Amerika, yang diukur melalui VIX, berada pada tingkat rendah. Artinya, perilaku kawanan tidak selalu berasal dari rasa takut.

Market yang tenang dapat membuat trader lebih nyaman mengambil risiko. Harga yang naik menarik perhatian, perhatian memicu pembelian, dan pembelian memperkuat kenaikan. Dalam kondisi seperti ini, FOMO dapat menyatukan pergerakan aset sama kuatnya dengan kepanikan.

Yang perlu dibedakan adalah bergerak ke arah yang sama dan herding secara statistik. Saat crash, banyak aset bisa sama-sama turun tetapi dengan besaran yang sangat berbeda. Jika satu koin turun 10% dan yang lain turun 60%, arahnya sama, tetapi penyebaran return masih sangat besar.

Ketika diversifikasi hanya terlihat banyak

Memiliki lima atau sepuluh aset kripto tidak otomatis berarti risiko sudah tersebar. Jika seluruh aset merespons faktor market yang sama dan bergerak semakin seragam, portofolio tersebut sebenarnya memiliki satu eksposur besar: arah market kripto.

Beberapa aset yang tampak terpisah ternyata terikat pada satu jangkar yang sama
Kepemilikan yang terlihat beragam bisa saja terikat pada satu sumber risiko yang sama.

Riset ini juga menemukan pola yang konsisten dengan pembalikan jangka pendek. Pergerakan positif yang sangat seragam cenderung diikuti return berikutnya yang lebih lemah, sedangkan penjualan yang sangat seragam dapat diikuti pemulihan. Salah satu penjelasannya adalah tekanan beli atau jual dari kerumunan mendorong harga terlalu jauh, lalu sebagian pergerakan terkoreksi ketika tekanan tersebut berakhir.

Namun pola ini bukan strategi trading siap pakai. Penelitian tidak membuktikan bahwa pembalikan tersebut tetap menguntungkan setelah biaya transaksi, spread, slippage, perbedaan likuiditas, dan pengujian di luar sampel.

Yang perlu dilihat trader

Ketika semua chart mulai terlihat sama, pertanyaannya bukan hanya aset mana yang sedang naik atau turun. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah keputusan masih didasarkan pada karakteristik aset, atau hanya pada arah kerumunan.

  • Beberapa koin dapat mewakili satu risiko yang sama.
  • Rally market tidak membuktikan bahwa setiap proyek memiliki fundamental yang kuat.
  • Korelasi dapat meningkat ketika diversifikasi paling dibutuhkan.
  • Pergerakan yang seragam adalah informasi tentang risiko, bukan sinyal beli atau jual otomatis.

Herding tidak membuat analisis aset menjadi tidak berguna. Justru sebaliknya. Ketika market berhenti membedakan satu koin dari koin lain, trader perlu lebih sadar bahwa kepemilikan yang terlihat beragam bisa saja merupakan perdagangan yang sama dalam nama berbeda.

Sumber utama: Kyriazis, N. A. (2022), “Herding in Different States and Terms: Evidence from the Cryptocurrency Market,” Journal of Asset Management.

Raso
RasoMarket Insights Contributor

Mentor di komunitas Sahabat Trader. Membantu anggota membangun proses trading yang terukur, dari manajemen risiko sampai evaluasi mingguan.

Belajar Bersama Mentor

JANGAN JALAN SENDIRIAN

Gabung ke komunitas trader Indonesia yang belajar, berdiskusi, dan bertumbuh bersama.

Gabung Komunitas